03 Juni 2008

PERCAYA SAJA!

Hari minggu ini tanggal 1 Juni 2008 yang berkotbah adalah Dr. Robb Thompson. Diawal kotbahnya beliau berkata “sukacita terbesar dari Allah adalah ketika kita percaya kepadaNya, dan kesedihannya adalah ketika kita meragukanNya”. Akupun terdiam sejenak dalam lamunanku. Sejenak aku tidak mendengar apa yang dikatakannya tetapi merenungi apa yang barusan aku dengar. Beberapa saat kemudian aku kembali mendengan beliau berkata “ Israel tidak masuk kedalam tanah perjanjian bukan karena Israel suka mabuk-mabukan, judi, mencuri atau perbuatan dosa lainnya, tetapi alkitab mencatat karena Israel meragukan Allah dan suka bersungut-sungut kepada Allah”

Aku merenung dalam hidupku dan berkata “Tuhan ampuni aku kalau aku kurang percaya kepadaMu. Tuhan ampuni aku kalau aku meragukanMu. Tuhan ampuni aku kalau aku suka bersungut-sungut kepada Mu. Tuhan ampuni aku kalau aku tidak bersyukur dalam segala hal hidupku. Ampunilah aku!”

PERCAYA SAJA! tidak usah berpikir kapan waktunya, bagaimana caranya, dimana dll. Itu semua adalah bagian Tuhan yang akan melakukannya dan merencanakannya. Bagianmu, lakukan apa yang Tuhan ingin engkau lakukan saja dan sisanya POKOKNYA PERCAYA SAJA! (*ast*)

HATI YANG HIDUP

Mazmur 22:27 berkata: “biarlah hatimu hidup untuk selama-lamanya…” ya, ternyata tidak semua yang bernyawa mempunyai hati yang hidup. Ada banyak orang yang masih bernyawa, masih penuh dengan aktivitas hidup, sehat secara jasmani, tetapi hatinya mati. Tidak bisa lagi tersentuh dengan penderitaan orang lain, tidak peduli dengan siapapun, tidak ada yang bisa dialirkan dari dalam hatinya. Juga tidak kenal yang namanya belas kasihan, yang dia cari hanyalah keuntungan. Tidak ada lagi pelayanan, yang tercecer hanyalah kegiatan. Tidak lagi punya gairah dengan Tuhan, Cuma keagamawian yang masih tersisa. Itulah orang yang masih bernyawa tapi hatinya tidak hidup. Betapa mengerikannya hidup yang seperti ini. Padahal segala sesuatu dalam hidup manusia, terpancarnya dari hatinya. Kalau yang didalamnya mati maka “kematianlah” yang disebarkan. Sehingga apapun yang disentuh menjadi mati. Saudara, mintalah supaya hatimu selalu hidup. Sebab segalanya diawali dan ditentukan dengan yang dihatimu. Renungkanlah…..

(Pdt. Petrus Agung Purnomo, The Wind of Change vol. 22 tgl. 31 Mei – 1 Juni 2008)

ADILKAH ?

Malam ini aku tidur di rumah sakit, nemenin cewekku yang adiknya sakit dan dirawat dirumah sakit. Aku tdk bisa tidur dan akhirnya menonton tv. Waktu itu jam 2 pagi, dan hanya MTV yang siarannya bagus jam segitu karena memutar video klip musik. Akhirnya ada satu video klip yang menarik perhatianku. Aku lupa video klip siapa, tetapi yang pasti lagu barat. Dan ternyata band tersebut kerjasama dengan MTV untuk menyuarakan tentang ekploitasi anak dibawah umur.

Video klip ini menggambarkan tentang dua orang anak yang berbeda dan hidup dibelahan bumi yang berbeda pula. Anak pertama adalah seorang anak dari negara barat, dan anak kedua adalah dari negara dunia ketiga. Di video tersebut digambarkan kehidupan dua anak ini dari mereka bangun pagi. Anak dari negara barat bangun pagi, mandi, sarapan dan pergi kesekolah. Anak dunia ketiga, bangun langsung bekerja sebagai buruh diperusahaan sepatu. Mandi apalagi sarapanpun dia tidak sempat. Dia tidak bersekolah. Anak dunia barat melakukan kesalahan disekolah, dengan penuh kasih gurunya menegur dengan mengusap rambutnya. Sedangkan anak dunia ketiga melakukan kesalahan dikerjanya, dia dimarahin,dipukul kepalanya. Ketika istirahat tiba, anak negara barat makan siang dari bekal yang diberikan ibunya yang enak. Sedang anak dunia ketiga makan seadanya dan kotor. Anak negara barat pulang sekolah, tidur siang dan bermain-main. Dan di belahan bumi lainnya, anak dunia ketiga masih tetap berkutat dengan pekerjaannya membuat sepatu.

Video klip tersebut selesai. Aku pun tertegun sejenak.

Dan didalam hatiku Tuhan berkata: “Aku tahu apa yang ada dalam hatimu, memang sungguh tidak adil”.

Dan aku berkata: “ Tuhan, Engkau juga menilai tidak adil. Tapi kenapa Engkau tidak mau berbuat sesuatu?”

Tuhan menjawab: ”Aku mau dan sangat ingin berbuat sesuatu.”

Aku berkata ”tetapi kenapa Engkau tidak melakukannya?”

Tuhan berkata ”Aku tidak bisa. Dunia yang berdosa ini, diberi kehendak bebas untuk melakukan apa yang dunia ini mau. Memang Aku yang menciptakannya, tetapi setelah kejatuhan manusia yang pertama, mereka tidak hidup didalam anugrahKu lagi tetapi dalam kehendak bebas mereka sendiri. Dan yang jahat bisa melakukan yang jahat terhadap sesamanya.”

Aku berkata: ”sungguh dunia ini jahat, bahkan seorang anak yang Engkau berkata ketika masih hidup didunia ini bahwa mereka yang miliki kerajaan surga, tidak hidup dengan baik. Bahkan didalam kasih orangtua pun tidak. Tidak adakah yang bisa dilakukan?”

Tuhan menjawab: ” Aku tidak bisa berbuat sesuatu, kecuali dia menerima Aku sebagai Tuhan, percaya kepadaKu dan meminta Aku menjadi Tuhan atas hidupnya dan meminta Aku untuk melakukan sesuatu dan turut campur dalm hidupnya.”

”dan Aku pasti akan berbuat sesuatu. Manusia perlu tahu bahwa Aku adalah Tuhan yang tidak tahan untuk berbuat sesuatu, Aku adalah Tuhan yang tidak tahan untuk memberkati. Aku selalu mengasihi manusia! (*ast*)

13 Mei 2008

Mazmur 107

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.

Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, terkurung dalam sengsara dan besi. Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, dan menista nasihat Yang Mahatinggi, maka ditundukkan-Nya hati mereka ke dalam kesusahan, mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka, dibawa-Nya mereka keluar dari dalam gelap dan kelam, dan diputuskan-Nya belenggu-belenggu mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi.

Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai!

Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka meninggikan Dia dalam jemaat umat itu, dan memuji-muji Dia dalam majelis para tua-tua.

Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air. Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman; mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang. Tetapi mereka menjadi berkurang dan membungkuk oleh sebab tekanan celaka dan duka. Ditumpahkan-Nya kehinaan ke atas orang-orang terkemuka, dan dibuat-Nya mereka mengembara di padang tandus yang tiada jalan; tetapi orang miskin dibentengi-Nya terhadap penindasan, dan dibuat-Nya kaum-kaum mereka seperti kawanan domba banyaknya. Orang-orang benar melihatnya, lalu bersukacita, tetapi segala kecurangan tutup mulut.

Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN. (ast)

The Secret

Beberapa hari ini aku membaca sebuah ebook yang berjudul The Secret, belum selesai sih membacanya. Buku best seller dunia yang kontroversial karena buku ini berbicara tentang hidup manusia yang difokuskan pada diri manusia itu sendiri dan lingkungan yang berupa semesta atau alam dunia ini. Jadi buku ini tidak berbicara tentang Tuhan sebagai sesuatu yang harus dipercaya untuk kehidupan manusia. Cukup fokus pada dirimu sendiri dan semesta.

Buku ini sebenanrnya sangat bagus, terlepas dari kontroversial yang ada. Karena buku ini berbicara tentang manusia harus berpikir positif, mengendalikan pikiran untuk berpikir yang baik, mengajar untuk percaya dengan iman, besyukur, memperkatakan yang baik dll. Beberapa hal yang diuraikan bahkan sangat alkitabiah, Cuma bedanya memang membuang unsur Tuhannya dan diganti dengan aku.

Tetapi malam ini Tuhan bagikan isi hatinya kepadaku. Dia berkata dalam hatiku, ”orang dunia saja tahu bagaiman seharusnya menempatkan pikirannya kepada hal yang baik, berpikir posif, percaya dengan iman, besyukur......seandanya anak-anakKU mengerti bahwa betapa luar biasanya hal itu apabila mereka mempraktikkannya didalam AKU sebagai Tuhannya dan AKU didalam mereka.

AKU ingin mereka berpikir yang baik ketika melihat diri mereka sendiri dan sesamanya, karena mereka manusia adalah ciptaanKU.

AKU ingin mereka berfikir positif, karena dengan pikiran yang positf maka mereka dapat berjalan dan merasakan hidup yang indah dan damai

AKU ingin mereka percaya dan beriman kepadaKU, karena hanya dengan itu mereka beroleh hidup yang kekal

AKU ingin mereka bersyukur dengan apa yang mereka miliki dan hadapi, karena yang terbaik adalah ketika mereka memiliki AKU dan dekat dengan AKU.

AKU ingin mereka berdoa dan membaca firmanKu!

(ast)

Mengajar dan Berbuat Baik

Hari-hari ini banyak orang sedang mengkampanyekan dirinya supaya terpilih jadi pemimpin rakyat. Semua mengobral janji dan program. Sebagian hasil pemikiran yang matang. Sebagian lagi asal menarik dan laku dijual. Sebenarnya kalau kita mengikuti cara Tuhan Yesus, jauh lebih baik. Yesus mengajar dan berbuat baik dengan menyentuh hidup banyak orang. Itu yang terus menerus dilakukannya tanpa henti, akhirnya orang yang memaksaNya jadi Raja, walau ditolaknya. Gereja jika meneladani ini akan hidup dalam harmoni yang ajaib. Tidak ada sekedar berdebat untuk idenya diterima, juga tidak ada black campaign yang menjelekkan sesama supaya kelihatan baik dan tidak ditinggalkan orang. Bukankah jika ingin menjadi pemimpin kita harus jadi pelayan bagi semuanya? Mari ajarkan dan sampaikan Good News dan jangan jemu berbuat baik. Oke?

(Pdt Petrus Agung Purnomo, The Wind Of Change JKI Injil Kerajaan vol. 19 tgl. 10-11 Mei 2008)

Abba Bapa

Hari minggu ini yang berkotbah di gereja kami adalah Ps. Charles Nieman. Sebenarnya beliau melayani digereja kami sejak jumat, dan ada seminarnya juga, tetapi saya tidak bisa mengikutinya karena sesuatu hal, sehingga saya hanya mengikutinya ketika kebaktian hari minggu sore saja. Salah satu hal yang dikatakannya pada minggu sore ini adalah ketika dia membahas tentang hukum kasih. Beliau berkata bahwa sebenarnya tidak banyak orang Kristen yang mengerti tentang kasih yang sebenarnya. Kelihatannya sih mudah, tapi praktiknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Salah satu perikop yang beliau uraikan adalah Lukas 15: 11-32 Perumpamaan tentang anak yang hilang, perumpamaan pasti banyak orang kristen yang mengetahuinya. Tetapi banyak kali kita orang kristen terfokus pada dua anak laki-laki yang diceritakan pada perumpamaan ini. Padahal sebenarnya yang menjadi tokoh utama adalah Bapak dari dua anak laki-laki ini (ayat 11).

Ada dua anak yang yang memiliki kepribadian yang berbeda. Anak bungsu meminta bagian warisan dari bapaknya, dan dengan kasih bapaknya memberikannya. Anak bungsu jual semua harta warisannya dan menghambur-hamburkannya denga berfoya-foya. Hartanya sudah habis, dia pun menjadi miskin dan bekerja menjadi hamba untuk menjaga babi. Bahkan saking miskinnya dia sampai makan ampas panganan babi. Dia tahu keadannya dan menyadari kesalahan masa lalunya, dia teringat akan hamba-hamba bapaknya yang selalu kenyang dengan makanan berlimpah sedangkan dia disini hampir mati kelaparan. Dia memutuskan untuk pulang dan menjadi hamba bapaknya. Ketika ia berjalan pulang, dan ayahnya dari jauh melihat dia, ayahnya langsung berlari lalu mendapatkan dia dan merangkulnya dan menciumi dia. Menyuruh hambanya mengambil jubah terbaik, cincin, sepatu dan menyembelih anak lembu tambun dan pesta karena anaknya bungsunya kembali.Anak kedua adalah anak sulung yang taat, pelayan bapaknya, tidak pernah melanggar perintah (ayat 29) dan dia berkata bapaknya tidak pernah buat pesta untuk dirinya.Anak sulung punya persepsi yang salah tentang kasih bapaknya. Dia punya persepsi bahwa untuk mendapat kasih bapaknya berarti dia harus lah rajin bekerja, melayani bapaknya, tidak melanggar perintah. Persepsinya itu sebenarnya adalah hal yang dilakukan seorang hamba terhadap tuannya bukan bapak terhadap anak. Hamba, karyawan atau pekerja dinilai berdasarkan disiplinnya, pekerjaannya, ketaatannya. Padahal kasih bapak terhadap anak tidak melihat hal itu.

Akupun merenungkan hal ini dan aku melihat kalau memang banyak kali orang Kristen khusunya pelayan di gereja baik sadar atau tidak memiliki persepsi bahwa aku harus melayani dengan giat di gereja supaya aku dapat kasih Tuhan, sehingga ketika dia merasa ada yang salah dengan dirinya, yaitu dapat masalah atau tidak diberkati seperti yang dia bayangkan sebelumnya maka dia berkata pada Tuhan ”Tuhan, aku kan sudah melayaniMu dengan rajin, bahkan sampai aku tinggalkan semuanya, bahkan keluarga aku nomor duakan tapi kok aku diperlakukan seperti ini.””lha si A pelayanannya biasa-biasa saja malah hidupnya diberkati Tuhan, si B tidak melayani apapun juga hidupnya baik-baik saja.” dan pelayan Tuhan yang dulunya rajin, baik dia sadari atau tidak menjadi kepahitan kepada Tuhan dan tidak mau melayani lagi dan parahnya, tidak sedikit yang meninggalkan Tuhan.

Ps. Charles Neiman berkata: Abba Bapa adalah bapak, ayah, daddy, bokap, papa yang mengasihi anak anaknya tanpa ”hukum sebab-akibat”. Sebab engkau seorang yang baik, rajin, taat maka akibatnya engkau aku kasihi. TIDAK! Bukan seperti itu. Tapi bukan terus kita bisa hidup seenaknya. Karena orang yang sudah merasakan kasih Abba Bapa tidak akan berbuat dosa lagi seperti ”perempuan yang berzinah (Yohanes 8:1-11).

Hukum sebab-akibat adalah hukum taurat. Padahal kita orang percaya sudah tidak dibawah hukum taurat lagi, tetapi hukum kasih. Ingatlah bahwa begitu besar kasih Allah Bapa kepada kita, sehingga dikaruniakannya AnakNya yang Tunggal untuk menebus dosa kita. Bapa sudah mengasihi kita terlebih dahulu, maka kita harus mengasihi Bapa dan sesama kita. Tidak ada alasan untuk kita tidak bisa mengasihi sesama kita, apalagi Bapa kita karena kita sudah mendapat kasihNya terlebih dahulu. (ast)

02 Mei 2008

Sentuh Hatiku

Bapa sentuh hatiku ubah hidupku menjadi yang baru

Bagai emas yang murni Kau membentuk Bejana hatiku

Bapa ajarku mengerti sebuah kasih yang selalu memberi

Bagai air mengalir yang tiada pernah berhenti

Hari ini digereja ada Maria Shandy. Dia melayani di kami di gereja dengan menyanyi dua lagu yang saat ini cukup populer dan menjadi sountrak sinetron yaitu “Dia Mengerti” dan “Sentuh Hatiku”. Syair diatas adalah penggalan lagu yang saya ambil dari reff Sentuh Hatiku. dan hari ini saya sadar bahwa penggalan lagu tersebut begitu indah. dan saya pikir bukan kebetulan bahwa kotbah hari ini juga salah satunya berbicara tentang “luka hati”. Sungguh mengerikan ternyata apabila luka hati dibiarkan dan tidak segera diobati. Luka karena disakiti, kepahitan dengan orang bisa membuat kita tanpa sadar jauh dari Tuhan. Luka hati bisa berakibat pada reaksi hidup kita. Kalau kita membiarkan luka itu dan tidak segera diobati, maka kita akan punya reaksi hidup yang cenderung negatif. Firman hari ini diambil dari Matius 25:14-30 yang berbicara “perumpamaan tentang talenta”. Didalam perikop ini dijelaskan ada hamba yang hanya diberi satu talenta dan dia tidak mengusahakan supaya talenta itu berkembang dan memperoleh laba seperti temannya yang lain. Dalam ayat 26 tuan yang memberi modal ini menyebut hamba yang diberi satu talenta ini adalah hamba yang “jahat”. “Jahat” disini kata Bpk Pendeta Petrus Agung menurut terjemahan aslinya sebenarnya memiliki arti “orang yang hatinya penuh luka”. Orang ini ternyata adalah orang yang hatinya penuh dengan luka dan kepahitan sehingga ketika dia hanya diberi satu talenta dia memiliki reaksi hidup yang salah sehingga menganggap tuannya tidak adil, kejam, menuai ditempat dimana tidak menabur dan memungut dari tempat dimana tidak menanam (ayat 24) dan memilih mengubur satu talenta tersebut didalam tanah. Karena hati yang penuh luka dan tidak segera diobati, hamba ini memiliki reaksi yang salah dan dengan keras tuannya berkata dalam ayat ke 30 “Campakkanlah hamba yang tidak berguna ini kedalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Aku jadi ingat lagu lama dangdut yang kalau tidak salah milik Megie Z yang berkata “dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi ini, biar tak mengapa”. Memang, saya juga mengalami kalau udah hati yang sakit, kepahitan maka susah sembuhnya. Tetapi susah bagi kita, tidak susah bagi Tuhan. Kalau dahulu ada lagunya Megie Z, hari ini kita punya lagu Maria Shandy. Datang ke Yesus, ijinkan Dia yang sembuhkan luka hati ini.

Ampuni orang yang sudah membuat kita terluka dan kepahitan, jangan bergaul dengan sesama orang terluka karena bukannya sembuh tetapi malah memperparah luka kita, jangan dikorek lagi luka kita dan bergaullah dengan Yesus dan biarkan Yesus yang menyembuhkan. Miliki reaksi hidup yang positif karena kita dinilai Tuhan dari reaksi kita akan apa yang kita alami dan hadapi. Amin! SELAMAT HARI KENAIKAN YESUS! (ast)

Antara Iman dan Sepatu Bagian 2

Hohoho....terimakasih Tuhan, akhirnya aku beli sepatu baru. Hari ini aku melihat-lihat sepatu lagi di mall yang lain. Dan aku mendapat sepatu yang lebih bagus dan harganya lebih murah. Dan tabungan ku tetap ada isinya dan tidak habis. Kok bisa? Tuhan memberkati aku lewat seseorang yang minta tolong dicarikan laptop hari selasa tgl 29/04/08 yang lalu dan saya mendapat berkat dari itu. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan saya sangat percaya kalau kejadian ini tidak kebetulan dan Tuhan memberkati aku. Aku bisa membeli sepatu, bahkan lebih bagus dan tabunganku tetap ada isinya tidak habis. Sekarang aku sadar dan sangat yakin bahwa si ”dan” yang aku ceritakan di bagian 1 adalah Tuhan Roh Kudus yang mengajar aku bagaimana sih iman tersebut harus dijalankan. Supaya bisa seperti Petrus yang berjalan diatas air, tetapi bedanya adalah tidak tenggelam. Tetap beriman seperti si ”aku” katakan, dan tidak berhutang seperti si ”saya” katakan. Ingat kata si ”dan” di bagian 1, yaitu iman itu tidak nekat supaya tidak tenggelam seperti Petrus. Tetapi iman harus berhikmah dan bijaksana yang dari Tuhan supaya tetap bisa berdiri tegak dalam kemenangan Tuhan. Berdoa, tanya Tuhan dan milikilah iman. Hore....aku punya sepatu! Trimakasih Tuhan. (ast)

Antara Iman dan Sepatu Bagian 1

Hari ini aku jalan-jalan sama adik perempuanku. Lihat-lihat sepatu. Pengen beli, soalnya sepatu lamaku kulitnya udah ngelupas dan warnanya kalau kata orang jawa bilang ”mblutuk”.(hihi kata yang aneh). Keliling-keliling akhirnya ada satu sepatu yang menurutku bagus tapi setelah lihat bandrol harganya, weh! Mahal juga 329rb. Mungkin bagi orang lain tidak mahal, tapi bagiku cukup mahal. Sebenarnya aku ada sih ditabungan uang segitu tapi itu jumlah seluruh tabunganku. Aku jadi berpikir dua kali apakah tetap beli atau tidak.

Akhirnya munculah dua tokoh dipikiranku yaitu ”aku” dan ”saya” (sebenarnya aku = saya dan saya = aku). Si ”aku” berkata beli saja tdk apa-apa, besok pasti diberkati lagi. Yang penting beriman, tidak perlu kuatir hari esok. Sepatumu kan sudah jelek. Si ”saya” berpendapat jangan dibeli. Itu mahal, kalau kamu beli sepatu itu bagaimana dengan kebutuhanmu yang lain, makan, transport dll. Ujung-ujungnya ngutang. lagi sengit-sengitnya si ”aku” dan ”saya” saling beradu argumen yang sebenarnya dua-duanya benar juga, ternyata muncul tokoh yang sebenarnya hanya berfungsi sebagai kata penengah kemudian berubah menjadi tokoh ketiga yaitu ”dan”. Ternyata ada tiga tokoh yaitu ”aku”, ”dan”, ”saya”. Si ”dan” berkata kita memang harus punya iman, tetapi iman yang berhikmah dan bijaksana yang dari Tuhan, bukan iman nekat. Seperti Petrus yang berani berjalan diatas air mengikuti Yesus, tetapi Petrus goyah dan tenggelam. Kita juga harus sama seperti Petrus yaitu berani berjalan diatas air, tetapi bedanya kita tidak goyah dan tenggelam. Yakinlah dengan iman kalau kamu bakal punya sepatu baru, tetapi jangan beli sekarang. Pulang dan berdoalah, itu kata si ”dan”.

(aku dan saya sudah berdamai, baikan lagi dan menjadi satu lagi yaitu = aku) aku akhirnya pulang dan tidak beli sepatu itu. Tapi aku tidak kecewa. Karena aku percaya Tuhan pasti akan memberiku sepatu baru. (ast)

Hayu…….hayu…..!

Judulnya aneh ya?hihi.sekedar info aja, kalau “hayu” itu sebenarnya dari kata “halo”, sapaan ketika aku dan cewekku telepon. Aku lupa bagaimana permulaannya sehingga kami lebih suka “hayu hayu”, kata orang-orang dekat kami kaya anak kecil yang masih celat-celat. Tapi aku pikir kata itu juga merupakan salah satu hal yang membuat hubungan kami langgeng dan tetap seperti sejoli yang baru saja jadian.hihi…Hayu diucapkan dengan nada lucu, penuh ekspresi gembira, hati yang berkobar-kobar sehingga selain berarti “halo” ketika telepon, tetapi juga tersirat makna kangen, pedulu, sayang.hihi. katika hayu terdengar dari sebrang sana maka disebrang sini akan menjawab dengan “hayu…” dengan nada dan ekspresi yang sama.

Tadi dalam perjalanan pulang sehabis malam mingguan, Tuhan ingatkan aku pada kisah Maria dan Elisabet (Lukas 1:39-45). Pada waktu itu Elisabet mengandung Yohanes Pembabtis dan Maria sedang mengunjunginya. Dan yang menarik dan luar biasa adalah ketika Maria memberi salam kepada Elisabet. Elisabet mendengan salam dari Maria dan anak yang dikandung Elisabet melonjak kegirangan dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus dan berseru-seru memuji Tuhan.

Saya pikir salam yang diucapkan Maria, bukanlah salam yang diucapkan ala kadarnya, sebagai basa-basi seorang tamu. Tetapi salam yang diucapkan oleh Maria adalah salam yang penuh dengan sukacita dan berkat. Ketika salam diberikan dengan penuh senyum dan ekspresi sukacita akan tersirat juga arti bahwa aku mengasihimu, aku bahagia bertemu dengan mu dan saya sangat yakin baik sadar atau tidak walau hanya mengucapkan salam kita sebenarnya sudah membagikan berkat. Salam apapun, ketika diucapkan dalam kasih, penuh kehangatan dan sukacita. Dari pada salam yang dibarengi dengan menilai orang lain, kok nambah gendut/kurus, nambah hitam dll. Kalau nilainya bagus sih baik, lha kalau jelek. Bukannya berkat, tapi jerat yang dibagikan. Dan banyak orang tanpa sadar mengucapkan salam dengan menilai orang lain secara fisik. Bagikan salam seperti Maria kepada Elisabet, yang penuh berkat kasih karunia. Amin! (ast)

26 April 2008

Satu Hari Lagi

Malam ini aku merasa dalam hatiku Tuhan berkata “ anakKu, Aku ingin malam ini engkau bernyanyi lagu Satu Hari Lagi”. Lagu ini aku kenal lewat suara indah Wawan Yap di albumnya Quiet Time beberapa bulan yang lalu dan lagu ini punya syair yang begitu indah bagiku. Ketika aku mulai bernyanyi dengan gitarku, dalam hatiku Tuhan berkata, “ Aku ingin engkau bernyanyi lagu ini dengan hatimu penuh ucapan syukur kepada Ku akan setiap hari yang kau lalui.”

Sampai dengan hari ini, aku sebenarnya hidup dalam padang gurun.

Aku tidak tahu kapan aku akan sampai di tanah kanaan ku,

Aku tidak tahu dimana letak tanah Kanaan ku,

Aku tidak tahu bagaimana cara aku masuk tanah Kanaan ku,

Aku tidak tahu!

Akupun bernyanyi dan menangis, kemudian sekali lagi Tuhan berkata ”anakku lewatilah hari-hari yang kau lalui dengan selalu mengucap syukur”. Tetapi kali ini aku menjawab ”mengucap syukur karena apa Tuhan?” dan Dia dengan lembut berkata ” karena cintaKu kepadamu.”

Akupun sadar.......

Kalau bukan karena cintaNya, aku pasti sudah mati kelaparan dan kehausan,

Kalau bukan karena cintaNya, aku pasti mati kepanasan waktu siang atau kedinginan waktu malam.

Sambil menangis akupun bernyanyi lagi, tetapi kali ini aku menangis karena bersyukur akan cinta dan kebaikannya untuk setiap hari yang kulewati.

Akupun bernyayi:

Satu hari lagi Kau beri padaku

Satu hari lagi kurasa cintaMu

Satu hari lagi Kau nyatakan kebaikanMu

Sungguh betapa indahnya arti hidup ini

CintaMu lebih nikmat dari anggur

Kurasakan direlung hatiku

CintaMu lebih manis dari madu

Tak terselami pikiranku

(Terimakasih buat cintaMu)

*AsT*

25 April 2008

Daud dan Kecapi Ajaib

Ini hanyalah sebuah judul yang saya buat karena saya teringat dengan sebuah judul sinetron di sebuah stasiun televisi swasta “si Eneng”. Karena saya percaya tidak ada yang ajaib dengan kecapi milik Daud, tetapi yang ajaib sebenarnya adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub yang menjadi Allahnya Daud.

Sore ini saya diingatkan Tuhan tentang apa yang pernah saya renungkan beberapa tahun yang lalu ketika saya masih melayani di Gereja sebagai seorang pemain musik. Sekarang sudah tidak melayani karena kesibukan lain, dan saya sudah berada di luar kota. Aya t alkitab itu adalah I Samuel 16:17. Disitu ditulis bahwa permainan kecapi Daud bisa membuat lega dan nyaman raja Saul, bahkan roh yang jahat yang ada pada Saul pun tidak tahan dan undur dari padanya. Sungguh luar biasa kalau kita bisa bermain musik bukan hanya bagus skil mainnya, tetapi juga orang lain kalau mendengar kita bermain musik merasa tenang, nyaman, lega bahkan roh jahat sampai gerah mendengarnya. WOW!!

Ada tiga hal yang saya temukan tentang Daud sebagai seorang pemain kecapi yang diurapi Tuhan. Yang pertama Daud punya hati yang melekat pada Allahnya (I Samuel 16:7). Bukan perawakannya, bukan skil memainkan musik, atau pintar not, tapi Tuhan melihat hati. Hati yang melekat dan tertuju pada Allah. Yang kedua, ketika Daud menghadapi Goliat, ia berkata “engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak dan lembing tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam Allah segala barisan Israel. Saya pikir kalau Daud tidak mengenal Allahnya dan bergaul karib dengan Dia, pasti tidak akan berani bicara seperti itu di depan orang yang jauh lebih besar perawakannya, lebih terlatih berperang, senjatanya lengkap pula. Padahal Daud hanya bawa umban dan batu, tubuhnya lebih kecil. Kenal dan bergaul karib dengan Tuhannya. Yang ketiga adalah Daud tidak sombong tapi rendah hati. Pada waktu itu sebenarnya Daud sudah diurapi menjadi raja untuk menggantikan Saul. Tapi tidak serta merta Daud pergunakan itu untuk menyerang dan menjatuhkan Saul. Tetapi Daud tetap hormat bahkan mau menjadi hamba Saul. Berapa banyak orang bisa main musik apalagi dia lebih pandai dari yang lain terus menjadi sombong. Jangan pernah sombong!

Ayo jadi Daud-Daud modern masa kini. Karena di dunia yang makin tua ini, banyak orang butuh ketenangan, kenyamanan dan kelegaan. Ayo main musik hingga roh jahat gerah mendengarnya. Amin! (AsT)

Wallpaper 1



Petrus

Salah satu tokoh alkitab perjanjian baru yang menjadi inspirasiku adalah seorang seorang Simon Petrus. Kenapa? Karena bagiku dia sesosok orang yang bisa dan mau belajar dari Gurunya yaitu Yesus dan juga belajar dari kesalahannya sendiri sehingga pada akhirnya dia adalah salah satu murid dan rasul yang mati menjadi martir Tuhan. Kenapa begitu?

Ketika Petrus dan murid-murid Yesus yang lain mendahului Yesus untuk menyeberang ke Genesaret setelah peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat 14:13-20), Yesus menyusul mereka dengan berjalan diatas air (mat 14:22-33). Dan Petrus sudah melihat banyak mujizat yang diperbuat Yesus. Ketika dia dan murid yang lain melihat Yesus berjalan diatas air, hanya Petrus yang berani keluar dari zona aman perahu untuk ikut berjalan diatas air seperti Gurunya. Dan sekian waktu dia bisa berjalan diatas air menjumpai Yesus walaupun pada akhirnya jatuh tenggelam karena takut dan dia ditolong Gurunya. Tapi setidaknya dia pernah belajar dan praktek iman bersama Yesus dan dia berjalan diatas air. Berapa banyak dari orang Kristen bicara tentang iman tapi mereka tidak pernah berani keluar dari zona aman perahu hidup mereka dan berjalan diatas air iman mereka.

Ketika Yesus bertanya ”siapa Anak Manusia itu?” (mat 16: 13-20), Petruslah yang berani mengaku bahwa Dia adalah Mesias Anak Allah Yang hidup. Dan kenapa dia berani menjawab dan mengaku begitu, karena dia belajar mengenal Gurunya lewat setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut Yesus, lewat ajaran, perbuatan dan mujizat yang telah dia lihat, saksikan dan bahkan rasakan sendiri.

Kalau kita bandingkan dengan kehidupan murid-murid Yesus, saya berpikir Petrus memiliki pasang surut perjalanan imannya. Jadi tidak lurus-lurus aja. Contohnya setelah perjalanan hidupnya bersama Yesus beberapa tahun lamanya pada akhirnya Yesus di tangkap untuk diadili, Petrus menyangkal Yesus sampai 3 kali (Matius 26:69-75). Dia sadar akan penyangkalan yang baru saja dia lakukan atas Gurunya ,dia pergi dan menangis. Tetapi dia mau belajar dari kesalahannya dan bertobat untuk kemudian menjadi seorang penginjil yang solid dan tidak mau menyangkal imannya hingga mati demi mengabarkan ’kabar baik” kepada dunia.

Baik sadar ataupun tidak saya sering menyangkal iman saya kepada Yesus dengan melakukan hal yang aku tahu Tuhan tidak berkenan. Aku berkata aku Kristen, tapi cara hidup tidak berbeda dengan dunia ini. Aku berkata aku percaya Yesus, tetapi dasar hidupku adalah realita dunia yang kacau. Ampuni aku ya Tuhan Yesus dan ajar aku untuk hidup didalam iman dan percaya kepada Mu. Amin! (AsT)

Belajar Mengenal

Malam ini ketika aku membaca alkitab, aku belajar sesuatu sesuatu yang aku percaya ini adalah HatiNYA
kisah tentang bangsa Israel keluar dari Mesir akhirnya selesai aku baca.
Dan malam ini Tuhan mengajar ku tentang "belajar mengenal"
Banyak hal yang bangsa Israel alami tentang kuasa Tuhan yang sungguh luar biasa,
mulai dari tulah-tulah yang diberikan kepada mesir (kel 7-11),
bagaimana Allah membelah laut Teberau (kel 14:15-31),
roti manna dan burung puyuh (kel 16),
air yg keluar dari bukit batu dll.
Tetapi yang menarik adalah, bangsa Israel tidak pernah mengenal bahwa itu Allah.
yang mereka kenal adalah mereka butuh makan, mereka butuh air, butuh ini-itu dan harus tersedia.
Kebutuhan mereka yang mereka kenal, bukannya "ALLAH yang menyediakan".
Yang lebih menyakitkan adalah, mereka berkata : lebih baik kami mati binasa di mesir, dari pada
mati dipadang gurun. Dan ini terjadi berkali-kali. Bahkan akhirnya generasi yang keluar dari mesir,
dibinasakan Allah semuanya kecuali Yosua dan Kaleb dan yang masuk Kanaan adalah generasi yang lahir
di padang gurun.dan pengalaman dibinasakan karena murka Allah juga tidak membuat mereka mengenal ALLAH..

Banyak dari kita yang tanpa sadar memiliki pikiran seperti bangsa Israel.
Bapa cuma ingin kita tahu bahwa hanya DIA lah satu-satunya Tuhan.
Bapa adalah Tuhan yang tidak tahan untuk tidak memberkati anak-anakNya.
Yang menjadi masalah adalah kita tidak mengenalNya secara pribadi.
Tidak mengenal berarti tidak tahu kebiasaanNYA, tidak tahu kesukaanNya, tidak tahu jalanNYA yang ajaib
ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang". Kenali DIA dan cintai DIA, karena Dia sudah terlebih dahulu
mengasihi kita dengan kematianNYA di kayu salib.
Kenali dengan baca firmannya setiap hari, cintai Dia dengan Berdoa & menyembahNya!

Tuhan Memberkati (AsT)

JUJUR SAJA

Jangan mengatakan BAPA, kalau sehari-hari kita tidak berlaku sebagai anak.
Jangan mengatakan KAMI, kalau masih hidup sendiri dalam keegoisan kita.
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA, kalau masih memikirkan hal-hal duniawi.
Jangan mengatakan DIMULYAKANLAH NAMAMU, kalau tidak menghormatiNya.
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU, kalau tidak mau menerima kenyataan berat dan pahit.
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI, kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar.
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI, kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudara dan sesama kita.
Jangan mengatakan JANGAN BIARKAN KAMI JATUH KEDALAM PENCOBAAN, kalau masih bermaksud berbuat dosa.
Jangan mengatakan BEBASKAN KAMI DARI YANG JAHAT, kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan.
JANGAN MENGATAKAN "amin" KALAU TIDAK MENGANGGAP SERIUS SETIAP KATA "doa" MU.
Tuhan Memberkati

(dpt - The Wind Of Change JKI Injil Kerajaan Semarang vol. 16 Tgl. 19-20 April 2008)

Untuk Kekasihku

Untuk kesekian kalinya aku menyakiti hatinya.
Aku sadar,
aku terlalu keras padanya, padahal dia punya hati yang lembut
aku terlalu menuntut dia untuk mengerti aku ,tapi aku tidak mau mengerti dia
aku memaksakan kehendak ku, dan dia memberikan yang terbaik
aku sering meminta sesuatu padanya, dan dia akan berusaha memenuhinya
aku egois, dan dia menangis

aku minta maaf kepada kekasihku
aku mungkin bukan orang yang baik, tapi aku ingin menjadi yang terbaik buat mu
aku tidak ingin menyakitimu dan menjadi batu sandungan
aku ingin menjadi berkat bagimu
aku ingin membuatmu selalu tersenyum,
dan mendengar engkau berkata "Tuhan Yesus sangat baik bagiku"

*AsT*