26 April 2008

Satu Hari Lagi

Malam ini aku merasa dalam hatiku Tuhan berkata “ anakKu, Aku ingin malam ini engkau bernyanyi lagu Satu Hari Lagi”. Lagu ini aku kenal lewat suara indah Wawan Yap di albumnya Quiet Time beberapa bulan yang lalu dan lagu ini punya syair yang begitu indah bagiku. Ketika aku mulai bernyanyi dengan gitarku, dalam hatiku Tuhan berkata, “ Aku ingin engkau bernyanyi lagu ini dengan hatimu penuh ucapan syukur kepada Ku akan setiap hari yang kau lalui.”

Sampai dengan hari ini, aku sebenarnya hidup dalam padang gurun.

Aku tidak tahu kapan aku akan sampai di tanah kanaan ku,

Aku tidak tahu dimana letak tanah Kanaan ku,

Aku tidak tahu bagaimana cara aku masuk tanah Kanaan ku,

Aku tidak tahu!

Akupun bernyanyi dan menangis, kemudian sekali lagi Tuhan berkata ”anakku lewatilah hari-hari yang kau lalui dengan selalu mengucap syukur”. Tetapi kali ini aku menjawab ”mengucap syukur karena apa Tuhan?” dan Dia dengan lembut berkata ” karena cintaKu kepadamu.”

Akupun sadar.......

Kalau bukan karena cintaNya, aku pasti sudah mati kelaparan dan kehausan,

Kalau bukan karena cintaNya, aku pasti mati kepanasan waktu siang atau kedinginan waktu malam.

Sambil menangis akupun bernyanyi lagi, tetapi kali ini aku menangis karena bersyukur akan cinta dan kebaikannya untuk setiap hari yang kulewati.

Akupun bernyayi:

Satu hari lagi Kau beri padaku

Satu hari lagi kurasa cintaMu

Satu hari lagi Kau nyatakan kebaikanMu

Sungguh betapa indahnya arti hidup ini

CintaMu lebih nikmat dari anggur

Kurasakan direlung hatiku

CintaMu lebih manis dari madu

Tak terselami pikiranku

(Terimakasih buat cintaMu)

*AsT*

25 April 2008

Daud dan Kecapi Ajaib

Ini hanyalah sebuah judul yang saya buat karena saya teringat dengan sebuah judul sinetron di sebuah stasiun televisi swasta “si Eneng”. Karena saya percaya tidak ada yang ajaib dengan kecapi milik Daud, tetapi yang ajaib sebenarnya adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub yang menjadi Allahnya Daud.

Sore ini saya diingatkan Tuhan tentang apa yang pernah saya renungkan beberapa tahun yang lalu ketika saya masih melayani di Gereja sebagai seorang pemain musik. Sekarang sudah tidak melayani karena kesibukan lain, dan saya sudah berada di luar kota. Aya t alkitab itu adalah I Samuel 16:17. Disitu ditulis bahwa permainan kecapi Daud bisa membuat lega dan nyaman raja Saul, bahkan roh yang jahat yang ada pada Saul pun tidak tahan dan undur dari padanya. Sungguh luar biasa kalau kita bisa bermain musik bukan hanya bagus skil mainnya, tetapi juga orang lain kalau mendengar kita bermain musik merasa tenang, nyaman, lega bahkan roh jahat sampai gerah mendengarnya. WOW!!

Ada tiga hal yang saya temukan tentang Daud sebagai seorang pemain kecapi yang diurapi Tuhan. Yang pertama Daud punya hati yang melekat pada Allahnya (I Samuel 16:7). Bukan perawakannya, bukan skil memainkan musik, atau pintar not, tapi Tuhan melihat hati. Hati yang melekat dan tertuju pada Allah. Yang kedua, ketika Daud menghadapi Goliat, ia berkata “engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak dan lembing tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam Allah segala barisan Israel. Saya pikir kalau Daud tidak mengenal Allahnya dan bergaul karib dengan Dia, pasti tidak akan berani bicara seperti itu di depan orang yang jauh lebih besar perawakannya, lebih terlatih berperang, senjatanya lengkap pula. Padahal Daud hanya bawa umban dan batu, tubuhnya lebih kecil. Kenal dan bergaul karib dengan Tuhannya. Yang ketiga adalah Daud tidak sombong tapi rendah hati. Pada waktu itu sebenarnya Daud sudah diurapi menjadi raja untuk menggantikan Saul. Tapi tidak serta merta Daud pergunakan itu untuk menyerang dan menjatuhkan Saul. Tetapi Daud tetap hormat bahkan mau menjadi hamba Saul. Berapa banyak orang bisa main musik apalagi dia lebih pandai dari yang lain terus menjadi sombong. Jangan pernah sombong!

Ayo jadi Daud-Daud modern masa kini. Karena di dunia yang makin tua ini, banyak orang butuh ketenangan, kenyamanan dan kelegaan. Ayo main musik hingga roh jahat gerah mendengarnya. Amin! (AsT)

Wallpaper 1



Petrus

Salah satu tokoh alkitab perjanjian baru yang menjadi inspirasiku adalah seorang seorang Simon Petrus. Kenapa? Karena bagiku dia sesosok orang yang bisa dan mau belajar dari Gurunya yaitu Yesus dan juga belajar dari kesalahannya sendiri sehingga pada akhirnya dia adalah salah satu murid dan rasul yang mati menjadi martir Tuhan. Kenapa begitu?

Ketika Petrus dan murid-murid Yesus yang lain mendahului Yesus untuk menyeberang ke Genesaret setelah peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat 14:13-20), Yesus menyusul mereka dengan berjalan diatas air (mat 14:22-33). Dan Petrus sudah melihat banyak mujizat yang diperbuat Yesus. Ketika dia dan murid yang lain melihat Yesus berjalan diatas air, hanya Petrus yang berani keluar dari zona aman perahu untuk ikut berjalan diatas air seperti Gurunya. Dan sekian waktu dia bisa berjalan diatas air menjumpai Yesus walaupun pada akhirnya jatuh tenggelam karena takut dan dia ditolong Gurunya. Tapi setidaknya dia pernah belajar dan praktek iman bersama Yesus dan dia berjalan diatas air. Berapa banyak dari orang Kristen bicara tentang iman tapi mereka tidak pernah berani keluar dari zona aman perahu hidup mereka dan berjalan diatas air iman mereka.

Ketika Yesus bertanya ”siapa Anak Manusia itu?” (mat 16: 13-20), Petruslah yang berani mengaku bahwa Dia adalah Mesias Anak Allah Yang hidup. Dan kenapa dia berani menjawab dan mengaku begitu, karena dia belajar mengenal Gurunya lewat setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut Yesus, lewat ajaran, perbuatan dan mujizat yang telah dia lihat, saksikan dan bahkan rasakan sendiri.

Kalau kita bandingkan dengan kehidupan murid-murid Yesus, saya berpikir Petrus memiliki pasang surut perjalanan imannya. Jadi tidak lurus-lurus aja. Contohnya setelah perjalanan hidupnya bersama Yesus beberapa tahun lamanya pada akhirnya Yesus di tangkap untuk diadili, Petrus menyangkal Yesus sampai 3 kali (Matius 26:69-75). Dia sadar akan penyangkalan yang baru saja dia lakukan atas Gurunya ,dia pergi dan menangis. Tetapi dia mau belajar dari kesalahannya dan bertobat untuk kemudian menjadi seorang penginjil yang solid dan tidak mau menyangkal imannya hingga mati demi mengabarkan ’kabar baik” kepada dunia.

Baik sadar ataupun tidak saya sering menyangkal iman saya kepada Yesus dengan melakukan hal yang aku tahu Tuhan tidak berkenan. Aku berkata aku Kristen, tapi cara hidup tidak berbeda dengan dunia ini. Aku berkata aku percaya Yesus, tetapi dasar hidupku adalah realita dunia yang kacau. Ampuni aku ya Tuhan Yesus dan ajar aku untuk hidup didalam iman dan percaya kepada Mu. Amin! (AsT)

Belajar Mengenal

Malam ini ketika aku membaca alkitab, aku belajar sesuatu sesuatu yang aku percaya ini adalah HatiNYA
kisah tentang bangsa Israel keluar dari Mesir akhirnya selesai aku baca.
Dan malam ini Tuhan mengajar ku tentang "belajar mengenal"
Banyak hal yang bangsa Israel alami tentang kuasa Tuhan yang sungguh luar biasa,
mulai dari tulah-tulah yang diberikan kepada mesir (kel 7-11),
bagaimana Allah membelah laut Teberau (kel 14:15-31),
roti manna dan burung puyuh (kel 16),
air yg keluar dari bukit batu dll.
Tetapi yang menarik adalah, bangsa Israel tidak pernah mengenal bahwa itu Allah.
yang mereka kenal adalah mereka butuh makan, mereka butuh air, butuh ini-itu dan harus tersedia.
Kebutuhan mereka yang mereka kenal, bukannya "ALLAH yang menyediakan".
Yang lebih menyakitkan adalah, mereka berkata : lebih baik kami mati binasa di mesir, dari pada
mati dipadang gurun. Dan ini terjadi berkali-kali. Bahkan akhirnya generasi yang keluar dari mesir,
dibinasakan Allah semuanya kecuali Yosua dan Kaleb dan yang masuk Kanaan adalah generasi yang lahir
di padang gurun.dan pengalaman dibinasakan karena murka Allah juga tidak membuat mereka mengenal ALLAH..

Banyak dari kita yang tanpa sadar memiliki pikiran seperti bangsa Israel.
Bapa cuma ingin kita tahu bahwa hanya DIA lah satu-satunya Tuhan.
Bapa adalah Tuhan yang tidak tahan untuk tidak memberkati anak-anakNya.
Yang menjadi masalah adalah kita tidak mengenalNya secara pribadi.
Tidak mengenal berarti tidak tahu kebiasaanNYA, tidak tahu kesukaanNya, tidak tahu jalanNYA yang ajaib
ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang". Kenali DIA dan cintai DIA, karena Dia sudah terlebih dahulu
mengasihi kita dengan kematianNYA di kayu salib.
Kenali dengan baca firmannya setiap hari, cintai Dia dengan Berdoa & menyembahNya!

Tuhan Memberkati (AsT)

JUJUR SAJA

Jangan mengatakan BAPA, kalau sehari-hari kita tidak berlaku sebagai anak.
Jangan mengatakan KAMI, kalau masih hidup sendiri dalam keegoisan kita.
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA, kalau masih memikirkan hal-hal duniawi.
Jangan mengatakan DIMULYAKANLAH NAMAMU, kalau tidak menghormatiNya.
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU, kalau tidak mau menerima kenyataan berat dan pahit.
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI, kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar.
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI, kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudara dan sesama kita.
Jangan mengatakan JANGAN BIARKAN KAMI JATUH KEDALAM PENCOBAAN, kalau masih bermaksud berbuat dosa.
Jangan mengatakan BEBASKAN KAMI DARI YANG JAHAT, kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan.
JANGAN MENGATAKAN "amin" KALAU TIDAK MENGANGGAP SERIUS SETIAP KATA "doa" MU.
Tuhan Memberkati

(dpt - The Wind Of Change JKI Injil Kerajaan Semarang vol. 16 Tgl. 19-20 April 2008)

Untuk Kekasihku

Untuk kesekian kalinya aku menyakiti hatinya.
Aku sadar,
aku terlalu keras padanya, padahal dia punya hati yang lembut
aku terlalu menuntut dia untuk mengerti aku ,tapi aku tidak mau mengerti dia
aku memaksakan kehendak ku, dan dia memberikan yang terbaik
aku sering meminta sesuatu padanya, dan dia akan berusaha memenuhinya
aku egois, dan dia menangis

aku minta maaf kepada kekasihku
aku mungkin bukan orang yang baik, tapi aku ingin menjadi yang terbaik buat mu
aku tidak ingin menyakitimu dan menjadi batu sandungan
aku ingin menjadi berkat bagimu
aku ingin membuatmu selalu tersenyum,
dan mendengar engkau berkata "Tuhan Yesus sangat baik bagiku"

*AsT*